Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Sebelumnya mohon maaf karena baru bisa membalas email antum.
Ana bersyukur bahwa antum tetap punya semangat untuk istiqamah.
Godaan ada dimana saja, bahkan di sekitar ka'bah sekalipun.
Yang penting buat planning harian, pekanan, bulanan untuk ibadah dan aktivitas Islami, lalu jalankan.
Dan selalu kontak dengan ikhwah dan para ustadz. Kalau ada waktu bisa chatting.
Dan yang paling penting berdo'alah selalu agar meneguhkan kita dalam dien-Nya.
Keep istiqamah.
Abu Nafisah
(Balasan email oleh Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil pada 4 Agustus 2011)
Karena itu, akhi, kalau ada ikhwah yang meghubungi antum, menyapa antum, baik melalui sms, email, atau chat, ana mohon agar ia digubris, dibalas, diberi nasihat dsb, tarik ia, jangan biarkan ia sendiri. Bukankah serigala itu memangsa domba yang sendirian? :(
October 11, 2011
October 3, 2011
Just Muhasabah
Segala sesuatu memiliki cara dan jalan yang harus ditempuh dengan baik dan benar.
Ketika seseorang menyalahi cara dan menyimpang dari jalan itu, akibat buruknya akan kembali kepada dirinya.
Segala usahanya akan berakhir sia-sia, perjuangannya menjadi tidak berguna dan segala upayanya hanya membuahkan kegagalan.
Semakin jauh menyimpang dari jalan yang benar dan larut dalam kesesatan, maka ia akan semakin jauh dari kesempatan meraih tujuan.
Ketika seseorang menyalahi cara dan menyimpang dari jalan itu, akibat buruknya akan kembali kepada dirinya.
Segala usahanya akan berakhir sia-sia, perjuangannya menjadi tidak berguna dan segala upayanya hanya membuahkan kegagalan.
Semakin jauh menyimpang dari jalan yang benar dan larut dalam kesesatan, maka ia akan semakin jauh dari kesempatan meraih tujuan.
September 29, 2011
Larangan Berpecah-belah
Dakwah salaf yang sebenarnya adalah yang mengajak pada Al-Qur’an dan Sunnah di atas jalan para salaf dari kalangan shahabat radhiyallahu ‘anhum dan para tabi’in yang mengikuti jalan mereka dengan baik, hikmah, wejangan dan debat yang santun serta berjuang menundukkan jiwa melakukan ketaatan, dan istiqamah di atas prinsip dasar agama, yaitu menyeru pada persatuan dan ta’awun dalam kebaikan, menyatukan pendapat kaum muslimin dalam kebenaran, menjauhkan diri dari perpecahan dan sebab-sebabnya seperti saling membenci dan memusuhi, iri (hasad). Dan hendaknya mereka menjaga kehormatan kaum muslimin serta tidak berprasangka buruk pada mereka dsb yang menjadi sebab perpecahan di antara kaum muslimin dan menjadikan mereka berkelompok-kelompok yang saling melaknat antara yang satu dengan lainnya.
September 23, 2011
Apakah Mengenal Pasangan Harus Lewat Pacaran?
Sebagian orang menyangka bahwa jika seseorang ingin mengenal pasangannya mestilah lewat pacaran. Kami pun merasa aneh kenapa sampai dikatakan bahwa cara seperti ini adalah satu-satunya cara untuk mengenal pasangan. Saudaraku, jika kita telaah, bentuk pacaran pasti tidak lepas dari perkara-perkara berikut ini.
Pertama: Pacaran adalah jalan menuju zina
Yang namanya pacaran adalah jalan menuju zina dan itu nyata. Awalnya mungkin hanya melakukan pembicaraan lewat telepon, sms, atau chatting. Namun lambat laun akan janjian kencan. Lalu lama kelamaan pun bisa terjerumus dalam hubungan yang melampaui batas layaknya suami istri. Begitu banyak anak-anak yang duduk di bangku sekolah yang mengalami semacam ini sebagaimana berbagai info yang mungkin pernah kita dengar di berbagai media. Maka benarlah, Allah Ta’ala mewanti-wanti kita agar jangan mendekati zina. Mendekati dengan berbagai jalan saja tidak dibolehkan, apalagi jika sampai berzina. Semoga kita bisa merenungkan ayat yang mulia,
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’: 32)
Pertama: Pacaran adalah jalan menuju zina
Yang namanya pacaran adalah jalan menuju zina dan itu nyata. Awalnya mungkin hanya melakukan pembicaraan lewat telepon, sms, atau chatting. Namun lambat laun akan janjian kencan. Lalu lama kelamaan pun bisa terjerumus dalam hubungan yang melampaui batas layaknya suami istri. Begitu banyak anak-anak yang duduk di bangku sekolah yang mengalami semacam ini sebagaimana berbagai info yang mungkin pernah kita dengar di berbagai media. Maka benarlah, Allah Ta’ala mewanti-wanti kita agar jangan mendekati zina. Mendekati dengan berbagai jalan saja tidak dibolehkan, apalagi jika sampai berzina. Semoga kita bisa merenungkan ayat yang mulia,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’: 32)
Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan, “Allah melarang mendekati zina. Oleh karenanya, sekedar mencium lawan jenis saja otomatis terlarang. Karena segala jalan menuju sesuatu yang haram, maka jalan tersebut juga menjadi haram. Itulah yang dimaksud dengan ayat ini.” Selanjutnya, kami akan tunjukkan beberapa jalan menuju zina yang tidak mungkin lepas dari aktivitas pacaran.
September 10, 2011
Bersabarlah, wahai Saudaraku!
Hidup di atas sunnah tidaklah mudah. Ia adalah pilihan yang berat sebagaimana menggenggam bara api. Tapi tak usah risau, Saudaraku. Betapa pun besarnya hinaan dan cercaan mereka, ketahuilah itu semua akan mengantarkan kita pada jannah-Nya yang kekal. Sebab jika seorang muslim sejati ditanya mengapa harus bersusah-susah hidup di dunia, maka ia menjawab, "Sebab surga Allah itu indah dan keindahannya diperuntukkan untuk orang-orang yang sabar."
Menjadi sedikit dalam jumlah tidaklah mudah. Ia akan melahirkan perasaan yang terus menekan batin, yang jika kita keluarkan perasaan itu tak ada satupun makhluk yang banyak tersebut akan mendengarkan. Bahkan terkadang tirai dan selimut di kamar kita harus bersedih melihat kita yang tidak mampu menahan perasaan atau mungkin air mata. Akan tetapi, ketahuilah bahwa kehidupan ini hanyalah bilangan hari yang ada batasnya, cobaan ini masih memiliki ujung, dan ujung dari semua itu ialah surga yang dijanjikan Allah, ialah lautan nikmat yang tak bertepi. Untuk itu, "Laa tahzan, innallaaha ma'anaa."
SMS dari akh Muhtadin Akbar, Mahasiswa Kimia FMIPA Unhas Angk. 2009.
Menjadi sedikit dalam jumlah tidaklah mudah. Ia akan melahirkan perasaan yang terus menekan batin, yang jika kita keluarkan perasaan itu tak ada satupun makhluk yang banyak tersebut akan mendengarkan. Bahkan terkadang tirai dan selimut di kamar kita harus bersedih melihat kita yang tidak mampu menahan perasaan atau mungkin air mata. Akan tetapi, ketahuilah bahwa kehidupan ini hanyalah bilangan hari yang ada batasnya, cobaan ini masih memiliki ujung, dan ujung dari semua itu ialah surga yang dijanjikan Allah, ialah lautan nikmat yang tak bertepi. Untuk itu, "Laa tahzan, innallaaha ma'anaa."
SMS dari akh Muhtadin Akbar, Mahasiswa Kimia FMIPA Unhas Angk. 2009.
Subscribe to:
Posts (Atom)