Sebuah cita-cita besar membutuhkan laki-laki besar. Sebuah cita-cita luhur membutuhkan manusia-manusia luhur yang sama luhurnya dengan cita-cita itu. Karena itu, jika Islam adalah konsep agung yang sangat jelas memaparkan sebuah kehidupan yang ideal yang diinginkan Allah, maka Rasulullah dan para shahabat adalah manusia-manusia besar yang pernah membumikan keindahan Islam sehingga ia berkilau dengan indahnya.
Sekarang masalahnya adalah risalah yang agung ini tidak lagi dipikul oleh manusia-manusia agung. Agama besar ini tidak lagi diemban oleh manusia-manusia besar. Padahal ummat kita hari ini terus dizhalimi. Dimana-mana kehidupan kaum muslimin terpojok di sudut-sudut kehinaan. Dan yang akan mengangkat mereka dari keterpojokan hanyalah Islam. Yang akan membela mereka dari kezhaliman adalah orang-orang agung. Kalau Islam ini kita umpamakan seperti cahaya, maka cahaya itu terhalang dan tidak lagi menerangi kaum Muslimin yang merangkak dalam kegelapan. Kalau kita ibaratkan manusia agung sebagai pembawa obor, maka dalam kondisi seperti itu hampir tak ada lagi pembawa obor yang benar-benar menerangi. Yang ada adalah mereka yang membawa lilin yang hanya cukup untuk menerangi diri sendiri. Cahaya itu benar-benar terhalang oleh tembok tebal sehingga seakan manusia-manusia Muslim yang ada di baliknya meraba-raba dalam kegelapan. Itulah realita kita.
October 22, 2012
October 1, 2012
August 19, 2012
Wahai Engkau
Kaum Muslimin hafizhakumullah,
Semoga perlindungan Allah selalu meliputi kita semua.
Dari tempat yang mulia ini pula, di atas sepenggal bumi milik Allah kami serukan ajakan kepada para pemimpin negeri ini -yang mendapat amanah untuk mengurus sepenggal bumi itu beserta manusia-manusianya- mari kita bersama memperbaiki diri-diri ini, karena keshalihan para pemimpin akan berbias pada kepemimpinannya.
Marilah kita tingkatkan rasa khauf (takut) kita pada Allah. Mari kita berdamai dengan alam yang Allah karuniakan ini dengan menjalankan dan menerapkan syariat-Nya yang mulia dan indah, karena sesungguhnya seluruh alam raya ini adalah makhluk-makhluk-Nya yang tunduk pada ketentuan dan aturan-Nya.
Dan bagi Anda saudara kami para insan pers dan media, jadikan peran Anda bagian dari upaya perbaikan ummat, jangan terperdaya dengan pragmatisme, apalagi upaya terselubung menyudutkan dakwah Islam. Jadilah insan media yang menuntun dan membimbing umat.
Semoga perlindungan Allah selalu meliputi kita semua.
Dari tempat yang mulia ini pula, di atas sepenggal bumi milik Allah kami serukan ajakan kepada para pemimpin negeri ini -yang mendapat amanah untuk mengurus sepenggal bumi itu beserta manusia-manusianya- mari kita bersama memperbaiki diri-diri ini, karena keshalihan para pemimpin akan berbias pada kepemimpinannya.
Marilah kita tingkatkan rasa khauf (takut) kita pada Allah. Mari kita berdamai dengan alam yang Allah karuniakan ini dengan menjalankan dan menerapkan syariat-Nya yang mulia dan indah, karena sesungguhnya seluruh alam raya ini adalah makhluk-makhluk-Nya yang tunduk pada ketentuan dan aturan-Nya.
Dan bagi Anda saudara kami para insan pers dan media, jadikan peran Anda bagian dari upaya perbaikan ummat, jangan terperdaya dengan pragmatisme, apalagi upaya terselubung menyudutkan dakwah Islam. Jadilah insan media yang menuntun dan membimbing umat.
August 4, 2012
Keadaan Diriku
Ya Rabbku janganlah Engkau mengazabku
sesungguhnya aku mengakui dosaku selama ini
Berapa kali aku berbuat kesalahan di dunia
namun Engkau tetap memberiku karunia dan kenikmatan
Jika aku ingat penyesalanku atas segala kesalahan
kugigit jariku dan kugetarkan gigiku
Tiada alasan bagiku kecuali tinggal harapan dan prasangka baikku
dan ampunan-Mu jika Engkau mengampuniku
Manusia mengira aku orang baik-baik
padahal aku benar-benar manusia terburuk bila tidak Engkau ampuni
-
Dikutip dari buku "Fasatadzkuruna Ma Aqulu Lakum Waqafat Liman Arada an-Najat" karya Abdul Muhsin bin Abdur Rahman bin Abdul Muhsin. Edisi Indonesia, "Bagaimana Bila Ajal Tiba", diterjemahkan oleh Ahmad Amin Sjihab, Lc.
sesungguhnya aku mengakui dosaku selama ini
Berapa kali aku berbuat kesalahan di dunia
namun Engkau tetap memberiku karunia dan kenikmatan
Jika aku ingat penyesalanku atas segala kesalahan
kugigit jariku dan kugetarkan gigiku
Tiada alasan bagiku kecuali tinggal harapan dan prasangka baikku
dan ampunan-Mu jika Engkau mengampuniku
Manusia mengira aku orang baik-baik
padahal aku benar-benar manusia terburuk bila tidak Engkau ampuni
-
Dikutip dari buku "Fasatadzkuruna Ma Aqulu Lakum Waqafat Liman Arada an-Najat" karya Abdul Muhsin bin Abdur Rahman bin Abdul Muhsin. Edisi Indonesia, "Bagaimana Bila Ajal Tiba", diterjemahkan oleh Ahmad Amin Sjihab, Lc.
June 21, 2012
Siapa Wahabi?
Wajib diketahui oleh setiap kaum Muslimin dimana pun mereka berada bahwasanya firqah Wahabi adalah firqah yang sesat, yang ajarannya sangat berbahaya bahkan wajib untuk dihancurkan. Tentu hal ini membuat kita bertanya-tanya, mungkin bagi mereka yang pro akan merasa marah dan sangat tidak setuju, dan yang kontra mungkin akan tertawa sepuas-puasnya. Maka siapakah sebenarnya Wahabi ini? Bagaimanakah sejarah penamaan mereka?
Marilah kita simak dialog ilmiah yang sangat menarik antara Syaikh Muhammad bin Sa’ad asy-Syuwai’ir dengan para masyaikh/dosen-dosen di suatu universitas Islam di Maroko.
Salah seorang dosen itu berkata: “Sungguh hati kami sangat mencintai Kerajaan Saudi Arabia, demikian pula dengan jiwa-jiwa dan hati-hati kaum muslimin sangat condong kepadanya, dimana setiap kaum muslimin sangat ingin pergi ke sana, bahkan antara kami dengan kalian sangat dekat jaraknya. Namun sayang, kalian berada di atas suatu madzhab, yang kalau kalian tinggalkan tentu akan lebih baik, yaitu madzhab Wahabi.”
Marilah kita simak dialog ilmiah yang sangat menarik antara Syaikh Muhammad bin Sa’ad asy-Syuwai’ir dengan para masyaikh/dosen-dosen di suatu universitas Islam di Maroko.
Salah seorang dosen itu berkata: “Sungguh hati kami sangat mencintai Kerajaan Saudi Arabia, demikian pula dengan jiwa-jiwa dan hati-hati kaum muslimin sangat condong kepadanya, dimana setiap kaum muslimin sangat ingin pergi ke sana, bahkan antara kami dengan kalian sangat dekat jaraknya. Namun sayang, kalian berada di atas suatu madzhab, yang kalau kalian tinggalkan tentu akan lebih baik, yaitu madzhab Wahabi.”
Subscribe to:
Posts (Atom)