January 3, 2012

Sahabat Hakiki

Sahabatmu yang hakiki
Adalah yang senantiasa berjalan bersamamu
Setia dalam kebersamaan
Toleran dalam perbedaan

Ia rela berkorban
Demi memberikan manfaat padamu
Dan ketika roda zaman membuatmu tergelincir
Ia kerahkan potensinya
Untuk meluruskanmu

Tahukah kamu?
Tak jarang ia meneteskan air mata
Menyisipkan namamu
Di sela-sela doa malamnya

Jagalah Ukhuwah!

December 26, 2011

Sepucuk Surat Perjuangan

Sepucuk Surat Perjuangan, Teruntuk Jiwa-jiwa Perindu Kemenangan.

Segala puji itu hanya menjadi hak Allah. Dialah Dzat yang memunculkan para ulama yang masih saja tersisa di setiap zaman. Para ulama tersebut mendakwahi orang yang tersesat kepada hidayah, dan mereka bersabar atas berbagai gangguan. Dengan kitab Allah, mereka hidupkan orang-orang yang hatinya sudah mati. Mereka perlihatkan cahaya Allah kepada orang yang buta mata hatinya. Betapa banyak korban iblis yang berhasil mereka selamatkan. Betapa banyak orang yang tersesat dan bingung berhasil mereka tunjuki jalan yang benar. Betapa bagus pengaruh mereka di tengah-tengah manusia dan betapa jelek balasan manusia terhadap mereka. Para ulamalah yang mengingkari penyelewengan makna al-Qur’an yang dilakukan oleh orang-orang yang berlebih-lebihan serta pemalsuan yang dibuat oleh para pembela kebathilan. Yaitu, orang-orang yang memasang tali bid’ah dan mengencangkan ikatan fitnah. Mereka memperdebatkan kitabullah, menyelisihi al-Qur'an, dan sepakat untuk keluar dari aturan al-Qur'an. Mereka berbicara atas nama Allah, tentang Allah, dan tentang kitabullah, tanpa dalil. Mereka membicarakan tentang hal yang rancu dan menipu manusia-manusia bodoh dengan kerancuan berpikir yang mereka sebarkan. Kami berlindung kepada Allah dari ujian karena orang-orang yang sesat. (Muqaddimah yang disampaikan oleh Imam Ahmad dalam kitabnya, ar-Radd ‘ala al-Jahmiyah wa az-Zanadiqah). Shalawat dan salam tercurah untuk Rasulullah, para keluarganya, shahabatnya, dan orang-orang yang tunduk lagi taat kepada beliau. Amma ba’du.

November 18, 2011

Fenomena Kerancuan dalam Metodologi Memahami Agama

Oleh Dr. Nashir bin Abdul Karim al-'Aql

Beberapa fenomena kerancuan dalam metodologi memahami agama yang dimaksud adalah:

[1]. Mengambil ilmu tidak dari ahlinya. Maksudnya ialah sebagian orang mengambil ilmu dari setiap orang yang mengajak mereka belajar. Dan dari setiap orang yang mengibarkan bendera dakwah serta mengaku: "Aku adalah seorang juru dakwah". Akhirnya mereka jadikan juru dakwah itu sebagai imam panutan dalam masalah agama. Mereka-pun menimba ilmu darinya, padahal juru dakwah itu tidak paham Islam sama sekali. Oleh sebab itu, kita temui sekarang ini slogan-slogan mentereng yang dikibarkan panji-panjinya oleh sekumpulan umat manusia, terutama para pemuda. Kita dapati pemimpin dan ketuanya jahil tentang dasar-dasar agama. Lalu mereka berfatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat lagi menyesatkan.

Sebabnya ialah juru-juru dakwah tersebut melihat dirinya banyak diikuti orang yang mengambil ilmu agama darinya tanpa hati-hati dan mencari kejelasan serta tanpa metodologi yang benar. Mereka tidak melihat apakah pemimpinnya itu layak diambil ilmunya ataukah tidak!?

November 3, 2011

Macam-macam Puasa

Pertama: Puasa Wajib
Puasa wajib adalah puasa Ramadhan, puasa qadha’ dari puasa Ramadhan, puasa nadzar, puasa fidyah dan kaffarat.

Kedua: Puasa Sunnah
Puasa sunnah adalah puasa yang oleh nash-nash syar’i dianjurkan untuk dikerjakan, yaitu:
  1. Puasa enam hari pada bulan Syawwal.
  2. Puasa hari ‘Arafah bagi orang yang tidak sedang menunaikan ibdah haji.
  3. Puasa hari ‘Asyura’ (puasa pada tanggal 10 Muharram) dengan satu hari sebelum atau sesudahnya.
  4. Puasa hari-hari bidh (putih, yakni hari-hari di saat terjadi bulan purnama-ed), yaitu hari ke-13, 14 dan 15 pada setiap bulan Hijriyyah.
  5. Puasa hari Senin dan Kamis.
  6. Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban dan Muharram.
  7. Puasa Nabi Dawud (sehari puasa, sehari tidak puasa).
  8. Puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah.
  9. Puasa bagi orang yang belum mampu menikah.

October 11, 2011

Keep Istiqamah

Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Sebelumnya mohon maaf karena baru bisa membalas email antum.
Ana bersyukur bahwa antum tetap punya semangat untuk istiqamah.
Godaan ada dimana saja, bahkan di sekitar ka'bah sekalipun.
Yang penting buat planning harian, pekanan, bulanan untuk ibadah dan aktivitas Islami, lalu jalankan.
Dan selalu kontak dengan ikhwah dan para ustadz. Kalau ada waktu bisa chatting.
Dan yang paling penting berdo'alah selalu agar meneguhkan kita dalam dien-Nya.

Keep istiqamah.
Abu Nafisah

(Balasan email oleh Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil pada 4 Agustus 2011)

Karena itu, akhi, kalau ada ikhwah yang meghubungi antum, menyapa antum, baik melalui sms, email, atau chat, ana mohon agar ia digubris, dibalas, diberi nasihat dsb, tarik ia, jangan biarkan ia sendiri. Bukankah serigala itu memangsa domba yang sendirian? :(