April 7, 2013

Berpakaian Sesuai Pakaian Penduduk Negeri

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ أَلْبَسَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَوْبًا مِثْلَهُ

“Barangsiapa memakai pakaian syuhrah, niscaya Allah akan memakaikan kepadanya pakaian semisal pada hari kiamat.” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 4029, Ibnu Majah no. 3606-3607, dan yang lainnya; Shahih]

asy-Syaukani rahimahullah berkata:

قال ابن الأثير : الشهرة ظهور الشيء والمراد أن ثوبه يشتهر بين الناس لمخالفة لونه لألوان ثيابهم فيرفع الناس إليه أبصارهم ويختال عليهم بالعجب والتكبر

“Ibnul-Atsir berkata: asy-Syuhrah adalah tampaknya sesuatu. Maksudnya bahwa pakaiannya populer di antara manusia karena warnanya yang berbeda sehingga orang-orang mengangkat pandangan mereka (kepadanya). Dan ia menjadi sombong terhadap mereka karena bangga dan takabur.” [Nailul-Authar, 2/111 – via Syamilah]

March 29, 2013

Kisah Asatidz ala Jogja

Ustadz Aris Munandar

Adalah seorang mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Aris Munandar. Ia diberi perhatian lebih dalam ilmu-ilmu ushul dan metode manhaj beragama. Sepertinya dari tingkat SMA ia sudah sangat menguasai pokok keilmuan Islam, terlebih bahasa Arab. Ketika masih duduk di SMA saja sudah berguru kepada para ulama di daerahnya, salah satunya adalah alumni terbaik Pesantren Tremes di zamannya. Di tingkat kuliah ia sudah matang ilmu ushul keislamannya. Sehingga tidak aneh ketika seorang ustadz menyampaikan suatu isi kitab, ia mampu membetulkan ucapan ustadz tersebut. Kuliah di UIN ia selesaikan dengan baik, hingga selang kemudian berlanjut menempuh jenjang S2 dengan baik pula.

Kini ia adalah Ustadzuna al-Ustadz al-Fadhil Aris Munandar, MA hafizhahullah. Sosok sang ustadz yang bersahaja dan tawadhu’. Bersama beberapa ustadz lainnya, beliau berhasil mendidik mahasiwa kuliahan umum menjadi sarjana-sarjana yang mampu mendakwahkan agamanya dengan berdasarkan ilmu yang shahih. Sehingga ia menjadi pendidik dan pencerah para remaja dan pemuda yang semangat dalam menuntut ilmu agama di Yogyakarta.

Ia hanyalah seorang pelajar sekolah menengah SMA yang sering hadir di pengajian masih berseragam putih abu-abu di sore hari selepas sekolah.

January 17, 2013

Ketika Kemaksiatan Begitu Mudah

Saat ini, keberadaan maksiat dipandang sebagai sebuah tradisi yang wajar. Bahkan dianggap kebutuhan pokok oleh sekelompok orang. Walhasil, panca indera kita pun akrab dengan pelbagai bentuk kemaksiatan. Mulai dari yang kecil hingga yang serius. Padahal Islam mengajarkan, maksiat -betapa pun kecil dan remeh bentuknya- akan membawa dampak negatif bagi kehidupan pribadi pelakunya dan masyarakat. Tak hanya di akhirat kelak, namun juga di dunia.

Mungkin seorang yang bermaksiat mendapatkan kesenangan saat melakukan kemaksiatan itu. Mungkin juga ia mendapatkan kenikmatan yang dirasakan ketika tengah berkubang dalam kemaksiatan tersebut. Namun, kesenangan yang dirasakannya itu hanyalah kesenangan yang menipu. Kenikmatan yang dirasakan itu tak lain adalah kenikmatan palsu. Semua itu karena pelaku maksiat tersebut hanya akan membuat murka Allah, Dzat yang telah menciptakan dirinya. Sekaligus menantang permusuhan kepada-Nya. Pelaku maksiat juga telah menyerobot sesuatu yang bukan menjadi haknya untuk dikerjakan. Sehingga, bagaimana mungkin dia bisa hidup dengan damai? Dan bagaimana jiwanya bisa tenang? Sedangkan Allah subhanahu wa ta'ala  berfirman di dalam al-Qur’an, artinya:

"Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan." (QS. an-Nisa: 14)

December 4, 2012

Adab Majelis Ilmu

Oleh Ustadz Kholid Syamhudi

Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ 

"Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan Kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya. Barangsiapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak mengangkatnya."

October 26, 2012

Arafah, 9 Dzulhijjah 10 H

Hari itu Hari Tarwiyah tahun ke 10 H. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam pergi menuju Mina dan melaksanakan shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Shubuh di sana. Seusai menanti beberapa saat hingga matahari terbit, beliau lantas melanjutkan perjalanannya hing­ga tiba di Arafah. Tenda-tenda waktu itu telah didirikan. Beliau pun memasuki tenda yang telah disiapkan untuknya.

Setelah matahari tergelincir, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam meminta agar al-Qashwa’, unta beliau, didatangkan. Beliau kemudian menungganginya hingga tiba di tengah Padang Arafah. Di sana telah berkumpul sekitar 124.000 atau 144.000 kaum Muslimin. Beliau kemudian berdiri di hadapan mereka menyampaikan khutbah haji terakhir yang lebih dikenal dengan sebutan haji wada’:

“Wahai manusia! Dengarkanlah nasihatku baik-baik, karena barangkali aku tidak dapat lagi bertatap muka dengan kalian semua di tempat ini. Tahukah kalian, hari apakah ini?”

Para shahabat pun terdiam, dan mengira bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam akan mengatakan hari yang lain.

October 22, 2012

Kita Butuh "Laki-laki"

Sebuah cita-cita besar membutuhkan laki-laki besar. Sebuah cita-cita luhur membutuhkan manusia-manusia luhur yang sama luhurnya dengan cita-cita itu. Karena itu, jika Islam adalah konsep agung yang sangat jelas memaparkan sebuah kehidupan yang ideal yang diinginkan Allah, maka Rasulullah dan para shahabat adalah manusia-manusia besar yang pernah membumikan keindahan Islam sehingga ia berkilau dengan indahnya.

Sekarang masalahnya adalah risalah yang agung ini tidak lagi dipikul oleh manusia-manusia agung. Agama besar ini tidak lagi diemban oleh manusia-manusia besar. Padahal ummat kita hari ini terus dizhalimi. Dimana-mana kehidupan kaum muslimin terpojok di sudut-sudut kehinaan. Dan yang akan mengangkat mereka dari keterpojokan hanyalah Islam. Yang akan membela mereka dari kezhaliman adalah orang-orang agung. Kalau Islam ini kita umpamakan seperti cahaya, maka cahaya itu terhalang dan tidak lagi menerangi kaum Muslimin yang merangkak dalam kegelapan. Kalau kita ibaratkan manusia agung sebagai pembawa obor, maka dalam kondisi seperti itu hampir tak ada lagi pembawa obor yang benar-benar menerangi. Yang ada adalah mereka yang membawa lilin yang hanya cukup untuk menerangi diri sendiri. Cahaya itu benar-benar terhalang oleh tembok tebal sehingga seakan manusia-manusia Muslim yang ada di baliknya meraba-raba dalam kegelapan. Itulah realita kita.

August 19, 2012

Wahai Engkau

Kaum Muslimin hafizhakumullah,
Semoga perlindungan Allah selalu meliputi kita semua.

Dari tempat yang mulia ini pula, di atas sepenggal bumi milik Allah kami serukan ajakan kepada para pemimpin negeri ini -yang mendapat amanah untuk mengurus sepenggal bumi itu beserta manusia-manusianya- mari kita bersama memperbaiki diri-diri ini, karena keshalihan para pemimpin akan berbias pada kepemimpinannya.

Marilah kita tingkatkan rasa khauf (takut) kita pada Allah. Mari kita berdamai dengan alam yang Allah karuniakan ini dengan menjalankan dan menerapkan syariat-Nya yang mulia dan indah, karena sesungguhnya seluruh alam raya ini adalah makhluk-makhluk-Nya yang tunduk pada ketentuan dan aturan-Nya.

Dan bagi Anda saudara kami para insan pers dan media, jadikan peran Anda bagian dari upaya perbaikan ummat, jangan terperdaya dengan pragmatisme, apalagi upaya terselubung menyudutkan dakwah Islam. Jadilah insan media yang menuntun dan membimbing umat.

August 4, 2012

Keadaan Diriku

Ya Rabbku janganlah Engkau mengazabku
sesungguhnya aku mengakui dosaku selama ini

Berapa kali aku berbuat kesalahan di dunia
namun Engkau tetap memberiku karunia dan kenikmatan

Jika aku ingat penyesalanku atas segala kesalahan
kugigit jariku dan kugetarkan gigiku

Tiada alasan bagiku kecuali tinggal harapan dan prasangka baikku
dan ampunan-Mu jika Engkau mengampuniku

Manusia mengira aku orang baik-baik
padahal aku benar-benar manusia terburuk bila tidak Engkau ampuni

-

Dikutip dari buku "Fasatadzkuruna Ma Aqulu Lakum Waqafat Liman Arada an-Najat" karya Abdul Muhsin bin Abdur Rahman bin Abdul Muhsin. Edisi Indonesia, "Bagaimana Bila Ajal Tiba", diterjemahkan oleh Ahmad Amin Sjihab, Lc.

June 21, 2012

Siapa Wahabi?

Wajib diketahui oleh setiap kaum Muslimin dimana pun mereka berada bahwasanya firqah Wahabi adalah firqah yang sesat, yang ajarannya sangat berbahaya bahkan wajib untuk dihancurkan. Tentu hal ini membuat kita bertanya-tanya, mungkin bagi mereka yang pro akan merasa marah dan sangat tidak setuju, dan yang kontra mungkin akan tertawa sepuas-puasnya. Maka siapakah sebenarnya Wahabi ini? Bagaimanakah sejarah penamaan mereka?

Marilah kita simak dialog ilmiah yang sangat menarik antara Syaikh Muhammad bin Sa’ad asy-Syuwai’ir dengan para masyaikh/dosen-dosen di suatu universitas Islam di Maroko.

Salah seorang dosen itu berkata: “Sungguh hati kami sangat mencintai Kerajaan Saudi Arabia, demikian pula dengan jiwa-jiwa dan hati-hati kaum muslimin sangat condong kepadanya, dimana setiap kaum muslimin sangat ingin pergi ke sana, bahkan antara kami dengan kalian sangat dekat jaraknya. Namun sayang, kalian berada di atas suatu madzhab, yang kalau kalian tinggalkan tentu akan lebih baik, yaitu madzhab Wahabi.”

March 26, 2012

Surat dari Iblis Untukmu

Oleh: Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairi

Sungguh aku telah melihatmu kemarin.
Engkau memulai kehidupan seharian, engkau bangun dan pergi untuk bekerja tanpa memikirkan shalat fajar!
Di kantor, engkau tidak peduli sama sekali tentang aturan halal haram, sebagaimana yang dilakukan oleh kawan-kawanmu.
Saat engkau pulang ke rumah, engkau pun menyantap makananmu tanpa menyebut nama Allah Sang Pemberi rezeki kepadamu.
Juga tidak ada waktu untuk shalat Isya' sebelum tidur, meskipun kamu sempatkan nonton tv sampai engkau tertidur pulas!

Engkau adalah seorang pengingkar nikmat dan penentang Pemberi nikmat. Aku sangat mencintaimu dengan kelakuanmu itu.
Kelakuanmu adalah salah satu sifat dari sifatku. Aku sangat berbahagia melihatmu hidup seperti itu.
Engkau adalah bagian dari diriku, dan aku adalah bagian dari dirimu.

March 18, 2012

Menikahi Wanita yang Buta, Bisu, Tuli, dan Lumpuh

Anda tentu mengenal nama Abu Hanifah an-Nu’man bin Tsabit, salah seorang ulama besar, dan termasuk salah satu dari imam empat madzhab. Ada kisah menarik, berkaitan dengan beliau, tetapi kisah ini bermula di saat beliau belum lahir.

Pada abad pertama hijriyah, terdapat seorang pemuda yang mengabdikan dirinya untuk menuntut ilmu syar’i, tetapi ia sangat miskin. Suatu hari ketika ia merasa sangat lapar dan tidak mendapatkan sesuatu apapun yang bisa dimakan, ia berusaha mencari makanan di luar rumahnya. Kemudian, ia berhenti di salah satu kebun yang penuh dengan pepohonan apel, yang salah satu rantingnya menjulur ke jalan. Karena sangat lapar, ia terdorong untuk memakan apel tersebut, apalagi ia merasa perlu untuk mempertahankan raganya. Ia juga berpikir bahwa tidak ada seorangpun yang melihatnya, di samping ia juga merasa bahwa kebun tersebut tidak akan berkurang dengan sebab satu biji apel saja. Maka, ia beranikan diri untuk memetik satu buah apel dan memakannya hingga rasa laparnya hilang.

Ketika beranjak pulang ke rumah, jiwanya mulai mencacinya. Beginilah contoh kondisi seorang mukmin yang tidak bisa tenang jika telah melakukan pelanggaran. Ia duduk termenung sambil berkata, “Bagaimana aku bisa memakan buah apel itu padahal itu adalah harta seorang muslim, dan aku belum meminta izin kepadanya?”

January 3, 2012

Sahabat Hakiki

Sahabatmu yang hakiki
Adalah yang senantiasa berjalan bersamamu
Setia dalam kebersamaan
Toleran dalam perbedaan

Ia rela berkorban
Demi memberikan manfaat padamu
Dan ketika roda zaman membuatmu tergelincir
Ia kerahkan potensinya
Untuk meluruskanmu

Tahukah kamu?
Tak jarang ia meneteskan air mata
Menyisipkan namamu
Di sela-sela doa malamnya

Jagalah Ukhuwah!

December 26, 2011

Sepucuk Surat Perjuangan

Sepucuk Surat Perjuangan, Teruntuk Jiwa-jiwa Perindu Kemenangan.

Segala puji itu hanya menjadi hak Allah. Dialah Dzat yang memunculkan para ulama yang masih saja tersisa di setiap zaman. Para ulama tersebut mendakwahi orang yang tersesat kepada hidayah, dan mereka bersabar atas berbagai gangguan. Dengan kitab Allah, mereka hidupkan orang-orang yang hatinya sudah mati. Mereka perlihatkan cahaya Allah kepada orang yang buta mata hatinya. Betapa banyak korban iblis yang berhasil mereka selamatkan. Betapa banyak orang yang tersesat dan bingung berhasil mereka tunjuki jalan yang benar. Betapa bagus pengaruh mereka di tengah-tengah manusia dan betapa jelek balasan manusia terhadap mereka. Para ulamalah yang mengingkari penyelewengan makna al-Qur’an yang dilakukan oleh orang-orang yang berlebih-lebihan serta pemalsuan yang dibuat oleh para pembela kebathilan. Yaitu, orang-orang yang memasang tali bid’ah dan mengencangkan ikatan fitnah. Mereka memperdebatkan kitabullah, menyelisihi al-Qur'an, dan sepakat untuk keluar dari aturan al-Qur'an. Mereka berbicara atas nama Allah, tentang Allah, dan tentang kitabullah, tanpa dalil. Mereka membicarakan tentang hal yang rancu dan menipu manusia-manusia bodoh dengan kerancuan berpikir yang mereka sebarkan. Kami berlindung kepada Allah dari ujian karena orang-orang yang sesat. (Muqaddimah yang disampaikan oleh Imam Ahmad dalam kitabnya, ar-Radd ‘ala al-Jahmiyah wa az-Zanadiqah). Shalawat dan salam tercurah untuk Rasulullah, para keluarganya, shahabatnya, dan orang-orang yang tunduk lagi taat kepada beliau. Amma ba’du.

November 18, 2011

Fenomena Kerancuan dalam Metodologi Memahami Agama

Oleh Dr. Nashir bin Abdul Karim al-'Aql

Beberapa fenomena kerancuan dalam metodologi memahami agama yang dimaksud adalah:

[1]. Mengambil ilmu tidak dari ahlinya. Maksudnya ialah sebagian orang mengambil ilmu dari setiap orang yang mengajak mereka belajar. Dan dari setiap orang yang mengibarkan bendera dakwah serta mengaku: "Aku adalah seorang juru dakwah". Akhirnya mereka jadikan juru dakwah itu sebagai imam panutan dalam masalah agama. Mereka-pun menimba ilmu darinya, padahal juru dakwah itu tidak paham Islam sama sekali. Oleh sebab itu, kita temui sekarang ini slogan-slogan mentereng yang dikibarkan panji-panjinya oleh sekumpulan umat manusia, terutama para pemuda. Kita dapati pemimpin dan ketuanya jahil tentang dasar-dasar agama. Lalu mereka berfatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat lagi menyesatkan.

Sebabnya ialah juru-juru dakwah tersebut melihat dirinya banyak diikuti orang yang mengambil ilmu agama darinya tanpa hati-hati dan mencari kejelasan serta tanpa metodologi yang benar. Mereka tidak melihat apakah pemimpinnya itu layak diambil ilmunya ataukah tidak!?

November 3, 2011

Macam-macam Puasa

Pertama: Puasa Wajib
Puasa wajib adalah puasa Ramadhan, puasa qadha’ dari puasa Ramadhan, puasa nadzar, puasa fidyah dan kaffarat.

Kedua: Puasa Sunnah
Puasa sunnah adalah puasa yang oleh nash-nash syar’i dianjurkan untuk dikerjakan, yaitu:
  1. Puasa enam hari pada bulan Syawwal.
  2. Puasa hari ‘Arafah bagi orang yang tidak sedang menunaikan ibdah haji.
  3. Puasa hari ‘Asyura’ (puasa pada tanggal 10 Muharram) dengan satu hari sebelum atau sesudahnya.
  4. Puasa hari-hari bidh (putih, yakni hari-hari di saat terjadi bulan purnama-ed), yaitu hari ke-13, 14 dan 15 pada setiap bulan Hijriyyah.
  5. Puasa hari Senin dan Kamis.
  6. Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban dan Muharram.
  7. Puasa Nabi Dawud (sehari puasa, sehari tidak puasa).
  8. Puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah.
  9. Puasa bagi orang yang belum mampu menikah.

October 11, 2011

Keep Istiqamah

Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Sebelumnya mohon maaf karena baru bisa membalas email antum.
Ana bersyukur bahwa antum tetap punya semangat untuk istiqamah.
Godaan ada dimana saja, bahkan di sekitar ka'bah sekalipun.
Yang penting buat planning harian, pekanan, bulanan untuk ibadah dan aktivitas Islami, lalu jalankan.
Dan selalu kontak dengan ikhwah dan para ustadz. Kalau ada waktu bisa chatting.
Dan yang paling penting berdo'alah selalu agar meneguhkan kita dalam dien-Nya.

Keep istiqamah.
Abu Nafisah

(Balasan email oleh Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil pada 4 Agustus 2011)

Karena itu, akhi, kalau ada ikhwah yang meghubungi antum, menyapa antum, baik melalui sms, email, atau chat, ana mohon agar ia digubris, dibalas, diberi nasihat dsb, tarik ia, jangan biarkan ia sendiri. Bukankah serigala itu memangsa domba yang sendirian? :(

October 3, 2011

Just Muhasabah

Segala sesuatu memiliki cara dan jalan yang harus ditempuh dengan baik dan benar.

Ketika seseorang menyalahi cara dan menyimpang dari jalan itu, akibat buruknya akan kembali kepada dirinya.

Segala usahanya akan berakhir sia-sia, perjuangannya menjadi tidak berguna dan segala upayanya hanya membuahkan kegagalan.

Semakin jauh menyimpang dari jalan yang benar dan larut dalam kesesatan, maka ia akan semakin jauh dari kesempatan meraih tujuan.

September 29, 2011

Larangan Berpecah-belah



Dakwah salaf yang sebenarnya adalah yang mengajak pada Al-Qur’an dan Sunnah di atas jalan para salaf dari kalangan shahabat radhiyallahu ‘anhum dan para tabi’in yang mengikuti jalan mereka dengan baik, hikmah, wejangan dan debat yang santun serta berjuang menundukkan jiwa melakukan ketaatan, dan istiqamah di atas prinsip dasar agama, yaitu menyeru pada persatuan dan ta’awun dalam kebaikan, menyatukan pendapat kaum muslimin dalam kebenaran, menjauhkan diri dari perpecahan dan sebab-sebabnya seperti saling membenci dan memusuhi, iri (hasad). Dan hendaknya mereka menjaga kehormatan kaum muslimin serta tidak berprasangka buruk pada mereka dsb yang menjadi sebab perpecahan di antara kaum muslimin dan menjadikan mereka berkelompok-kelompok yang saling melaknat antara yang satu dengan lainnya.

September 23, 2011

Apakah Mengenal Pasangan Harus Lewat Pacaran?

Sebagian orang menyangka bahwa jika seseorang ingin mengenal pasangannya mestilah lewat pacaran. Kami pun merasa aneh kenapa sampai dikatakan bahwa cara seperti ini adalah satu-satunya cara untuk mengenal pasangan. Saudaraku, jika kita telaah, bentuk pacaran pasti tidak lepas dari perkara-perkara berikut ini.

Pertama: Pacaran adalah jalan menuju zina

Yang namanya pacaran adalah jalan menuju zina dan itu nyata. Awalnya mungkin hanya melakukan pembicaraan lewat telepon, sms, atau chatting. Namun lambat laun akan janjian kencan. Lalu lama kelamaan pun bisa terjerumus dalam hubungan yang melampaui batas layaknya suami istri. Begitu banyak anak-anak yang duduk di bangku sekolah yang mengalami semacam ini sebagaimana berbagai info yang mungkin pernah kita dengar di berbagai media. Maka benarlah, Allah Ta’ala mewanti-wanti kita agar jangan mendekati zina. Mendekati dengan berbagai jalan saja tidak dibolehkan, apalagi jika sampai berzina. Semoga kita bisa merenungkan ayat yang mulia,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’: 32)

Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan, “Allah melarang mendekati zina. Oleh karenanya, sekedar mencium lawan jenis saja otomatis terlarang. Karena segala jalan menuju sesuatu yang haram, maka jalan tersebut juga menjadi haram. Itulah yang dimaksud dengan ayat ini.” Selanjutnya, kami akan tunjukkan beberapa jalan menuju zina yang tidak mungkin lepas dari aktivitas pacaran.